Archive for the ‘Aparatur’ Category

Jan31

Freudianisme dalam administrasi negara

KETIDAKPATUTAN DALAM SISTEM ADMINISTRASI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (SANKRI):  PERILAKU FRAUD

Ayi Karyana

Universitas Terbuka

[email protected]

 

Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sistem administrasi negara masa kini menuntut pemahaman makna profesi yang dimiliki oleh seseorang, apalagi bila ia adalah seorang tokoh atau pemimpin bangsa. Pemahaman serta penghayatan terhadap berbagai tantangan tugas yang diemban oleh penyelenggara negara dan pemerintahan akan menghindarkannya dari pengaruh-pengaruh negatif yang dapat menggodanya dalam menjalankan tugas kesehariannya, dan pada gilirannya perilaku mereka akan mengarah menjadi negarawan yang akan mengutamakan kepentingan negara dan bangsa,  serta tidak terjebak dengan perilaku fraudianisme, yang sekarang ini memprihatinkan merebak terjadi dalam segala aspek kehidupan.

Aug13

Sistem penggajian berbasis kinerja

REFORMASI BIROKRASI PUBLIK DALAM AKSI:
SISTEM KOMPENSASI BERBASIS KINERJA

Wayu Eko Yudiatmaja, SIP
Pusat Studi Pemerintahan Daerah dan Kebijakan Publik
Universitas Andalas, Padang
Email: [email protected]

Sistem kompensasi pegawai negeri yang digunakan di Indonesia masih menganut sistem tradisional. Penentuan gaji, bonus, remunerasi, tunjangan dan berbagai insentif lainnya masih ditentukan oleh jenjang kepangkatan, golongan dan senioritas. Kuatnya determinasi kepangkatan, golongan dan senioritas dalam pemberian kompensasi di lingkungan PNS dapat dilihat dari peraturan pemerintah yang mengatur masalah gaji dan tunjangan PNS. Dalam PP No. 9/2007 diatur secara rigid gaji pokok PNS berdasarkan jenjang kepangkatKepangkatan dan lama bertugas. Namun, PP tersebut alpa mempertimbangkan kemampuan (ability), kinerja (performance) dan keahlian (skill) yang dimiliki oleh seorang PNS.

Selengkapnya…

Jul05

Mengelola aparatur

Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik di Indonesia:

Pengantar Pengembangan Model MSDM Sektor Publik

Jusuf Irianto

FISIP Universitas Airlangga

Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu instrumen penting bagi organisasi dalam mencapai berbagai tujuannya. Bagi sektor publik, tanggung jawab besar birokrasi dalam memberi pelayanan kepada masyarakat harus didukung oleh sumber daya manusia (SDM) aparatur yang profesional dan kompeten. Dalam konteks reformasi birokrasi, MSDM merupakan salah satu pilar perbaikan di samping aspek kelembagaan dan sistem (lihat Kompas edisi 06 Juni 2011). Utilisasi SDM aparatur secara efektif dan efisien menjadi fungsi utama MSDM bagi birokrasi mulai dari perencanaan hingga tahap terminasi SDM.

Sebagaimana terdapat dalam berbagai literatur manajemen, pencapaian tujuan organisasi secara manajerial diawali dengan fungsi perencanaan (Ivancevich et al, 2004:66-87). Keterlibatan aparatur dalam perencanaan memiliki peran signifikan terutama berkaitan dengan sikap dan perilakunya. Seperti telah diidentifikasi oleh Boyne & Gould-Williams (2003), sikap aparatur yang terlibat dalam perencanaan berperan penting bagi pencapaian kinerja organisasi sektor publik di samping adanya pengaruh sejumlah variabel teknis lainnya. Jika dalam tahap perencanaan SDM bermutu memiliki peran penting dalam mencapai target yang ditetapkan, maka proses manajerial birokrasi selanjutnya dalam bentuk pengarahan, pelaksanaan, dan evaluasi pun harus didukung oleh aparat yang bermutu.

Selengkapnya…

Makalah/tulisan yang dimuat dalam situs ini adalah tanggungjawab penulisnya,
dan tidak mencerminkan pendapat organisasi.
Follow us Facebook Twiter Flickr YouTube RSS